Sekali Saja

Pesanku hanya sampai di langit kelima. Berharap malaikat mengantarkannya ke pangkuan tuhan. Satu pesan pasti: Aku mau kamu. Apakah dosa sebab ketakmampuanku? Ataukah kau yang terlalu tinggi duduk di singgasana langit? Betapa tidak, senyummu disambut pelangi, dipuja senja, dan hujan pun bertasbih atas namamu. Aku mungkin cukup gila memujamu. Aku menggigil di depan pintumu. Tangan … Continue reading

pergi…

Ada rindu yang menyayat saat punggung menjauh, seperti embun yg turun cepat sgaris tulang daun lalu menguap hilang. Separuh hati tercuri.

Marah Merah Senja

senja merengut tanpa senyum. tangan jahil menculik di tengah hingar alam, berdesing tak tentu. meramu muka tanpa bentuk. marah tak terarah. senja tak reda, bertanya tentang merah padam pada cawan biru yg mulai gelap. entah pada siapa merah tertitip, karena hati tak berputar di porosnya. merah bergerak pelan mengitari mata. merebut senja tanpa malu. mendayu … Continue reading

Encouragement

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis … Continue reading

M..e..l..a..m..b..a..t

Rasanya waktu pelan merangkak. Aku masih duduk di kursi goyang yang bergerak melambat. Wangi pel lantai tadi pagi masih bisa aku cium. Melirik jendela yg basah hujan tadi pagi. Seperti aku, tanah seakan menanti daun yang terlepas dari ranting, melayang dalam gravitasi pelan. Seperti sore itu, hujan berhasil menghentikan waktu. Kau dan aku di selasar … Continue reading

Buang Resahmu

Bagaimanalah mungkin pagi tanpa embun seperti keringku tanpa sentuhanmu. Bolehku simpan resahmu lalu kularungkan menuju laut. Di sana, tempat paling rahasia pada semesta. Aku sanggup menahannya menguap, agar tak kau ingat dalam riuh dunia. Maka, sungai penjuru dunia mengaburkannya, meletakkan di palung perutnya. Lepaskan khawatirmu, karena tak ada yang sanggup mengembalikannya. Kutawarkan cahaya paling indah … Continue reading

Tuai Rindu

“Rinduku matang di pucuk malam, berharap hanya kau yg menuainya saat fajar menjelang.” Ahh..rindu..semoga tak salah alamat.

Tanya Hati

Rinduku sering salah alamat. Adakah aku bodoh, ataukah aku membuka buku alamat yang salah, wahai Tuhan? #tanyahati Menyuruh orang berbuat baik kerap jadi kesenangan. Bukankah sudah Kau ingatkan: Murkamu besar jika tak sendiri lakukan juga. Duhai Tuhan. #tanyahati Pandai aku bicara dunia. Cermat menghitung yg fana. Sekali aku baik, seratus kali jadi buruk. Aduhai, Tuhan, … Continue reading

Rindu Itu …

Apakah RINDU? #seperti untaian dzikir bunda di tiap malam, tak sanggup memendung air mata, meminta Kuasa menjaga buah hatinya di rantau. Apa sih RINDU? #seperti panggilan-mu di layar YM setelah BUZZ. “Jelek, apa kabar?” Apakah RINDU? #seperti lantunan lagu di beranda #greencampus, aku mainkan gitar, kau bernyanyi. Sekarang aku bermain sendiri. Apakah RINDU? #seperti asyik … Continue reading

Tanah Merah

Berkatalah sebatang pohon kepada seorang manusia, “Akarku menghujam dalam ke tanah yang merah, dan aku akan memberimu buah-buahku” Manusia itu menjawab, “Betapa miripnya kita, akarku juga menghujam dalam ke tanah yang merah, dan tanah yang merah itu mengajariku untuk menerima pemberianmu dengan rasa terima kasih”. (Kahlil Gibran) ~17 Agustus 2009~ Dirgahayu Ibu Pertiwi…Tanah Merahku..Aku mencintai … Continue reading