Mengapa Puisi?

Mengapa puisi? Hanya dengan puisi kau dapat membunuh orang tanpa masuk penjara. Atau meledakkan sesuatu tanpa ada yang terluka. Mengapa puisi? Oh, ya dengannya kau dapat terbang tanpa sayap atau mati tanpa terbunuh, lalu bangkit kembali sebelum hari ketujuh. Mengapa puisi? Kita hanya kata dan Tuhan mengandung beribu makna. Tak dapatkah kita ambil barang secuil … Continue reading

Secarik Pesan

Ku katakan pada bintang yang benderang. Malamku adalah malam merindui raganya. Di sini, Aku tak kuasa meringkas jarak. Ku katakan pada jam digital yang ragu berdetak. Cepatlah kau bebat waktu. Rapatkanlah tiap jam menjadi detik. Ku katakan pada kalender sobek yang menggantung di tembok kusam. Cepatlah berbalik. Tutup hari segera, karna aku tersiksa rindu. Ku … Continue reading

Makhluk Kenangan

Titik hujan menyeret kenangan dalam lipatan waktu yang pernah terukur manusia. Satu-dua terhitung mundur, cepat seperti cendawan di musim dingin. Sekelebatan kilat. Ia menyeruak dari relung kesadaran. Memberontak sontak membentak nalar. Bersama katak yang bernyanyi tentang bumi yang berdetak. Waktu berputar, berpilin memenggal pikir yang tak terkesiap. Tiba-tiba menghadirkan diri di masa lalu. Seutuhnya. Setubuh-pikirannya. … Continue reading

Di Garbarata Ini

Di garbarata ini, selangkah sebelum palka pesawat. Aku bisikkan pada sepoi angin sapaan rindu pada jiwa terindah. Dengarlah. Simak aku. Di garbarata, aku juntaikan sebentuk rasa. Beribu mil tanpa sentuhan. Ku simpan erat di hati yang hanya terisi olehmu. Diamlah di sana. Selamanya. Di garbarata ini, langkahku adalah langkah menebusmu. Pertaruhan harga diri demi bahagiamu. … Continue reading

Aku Ingin Kembali (lagi)

Biarkan doa melirih malam ini, lebih dalam. Pada remang yang semakin gelap. Si Alif meluapkan gelisahnya. Ruang tak bernama itu riuh ramai. Lenguhannya lebih jelas. Gundah – Gembira. Ada yang datang. Ada yang pergi. Tak kurelakan sesal yang datang di akhir. Malam malam terlewat sempurna. Sempat-tak-sempat gemar jadi alasan. Di penghujung. Di perpisahan yang tak … Continue reading

Rumah Kita, Bunda

Pernah aku dan kamu bicara tentang rumah. Dan kita punya bayangan yang sama tentang rumah. Di sana, kita saling menemani. Di rumah itu, kita dapati bahwa surga tak lagi kita rindukan, tak lagi diperlukan. Karena kita telah mendiaminya. Di rumah itu, tempat yang hangat tetapi kaya. Kaya dengan kasih sayang dan senyuman anak-anak kita. Di … Continue reading

Aku Menyerah

Aku mengambang. Hampa tanpa lambang. Ada kisah yang terbayang di sudut bimbang. Aku hampir menyerah. Setelah pedang terhunus. Detik detik ragu merambat dari pangkal, menjilati bagian yg tajam menjadikannya menumpul. Pasir berdebu tak dapat terkibas. Tangan kebas menebas tak guna. Gemuruh dada tak disangkal. Aku hampir menyerah. Pada detik yg hampir terlambat. Pedangku jatuh bersatu … Continue reading

Senja di Eboni Tua

Detik bergerak lambat pada dua hati mencinta senja Ada lariklarik kata yang bertahta… @kumabal: Rindu tertanggal di telpon yang tak kau angkat semalam. Aku seragam kesepian tak berbalas kata, terluka oleh tak acuh gerikmu. @nugrahaarief: Membuncah. Masihkah luka sepi itu membekas? Intip jendelamu, sedari subuh ku kirim sepasang merpati maaf, menunggu senyummu. @kumabal: Pesan diterima. … Continue reading

Sajak Pagi

Sajakku terlampau dingin kubacakan. Itu kala rumput rumput masih saja berbilur kristal embun pagi, bergelayut manja. Dua pipit sejak tadi bercicit di tubir parit, meracau tentang angkasa yang elang rajai tanpa sulit. Mereka tertawa lalu diam. Di sudut zaal lain, tergolek tak berdaya. Lemah. Masih bingung beda tarik dan hembus nafas. Yang lain lagi hanya … Continue reading

Sungguh Ini Aku

Sungguh… tubuh ini semakin meringkih agar cukup rumah sederhana untukmu dan anakanakmu. Sungguh… mata ini akan menatap lebih lama dari biasanya, agar kau tahu mata ini mata cinta yang kupersembahkan untuk menghidupimu. Sungguh… genggaman tanganku akan semakin erat saat badai menggoyahkan. Tangan ini tangan yang selalu bisa kau andalkan. Sungguh… kaki ini akan kuat berjalan … Continue reading