Makhluk Kenangan

Titik hujan menyeret kenangan
dalam lipatan waktu
yang pernah terukur manusia.
Satu-dua terhitung mundur,
cepat seperti cendawan
di musim dingin.

Sekelebatan kilat.
Ia menyeruak dari relung kesadaran.
Memberontak sontak membentak nalar.
Bersama katak yang bernyanyi
tentang bumi yang berdetak.

Waktu berputar, berpilin
memenggal pikir yang tak terkesiap.
Tiba-tiba menghadirkan diri di masa lalu.
Seutuhnya.
Setubuh-pikirannya.

Menikmati dan menyesali
yang tergambar jelas.
Tak berdaya.
Ya, kita makhluk kenangan.
Yang menguak dan mengorek-ngorek
seperti pengerat berat.

Menangis sekaligus terbahak-bahak.
Terbatuk dan bersin seketika.
Tak jelas.
Gamang.
Karna kita makhluk kenangan.
Dibentuk kenangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: