Satu Malam yang Tak Lagi Gelap

Aku menyangka Engkau akan mengajakku malam ini. Aku salah. Engkau bilang, “Bersabarlah, ini bukan malam kita.” Dua gelas tanpa anggur dan mangkuk dingin tanpa sisa makanan saling bertanya pada dirinya sendiri. “Ada apa? Ada apa?” Obrolan digelar tanpa kata-kata, tanpa gugatan. Bahasa telah tercerabut dari kamus yang menopangnya. Juga airmata dari kelopak penampungnya. “Apa yg … Continue reading