Satu Malam yang Tak Lagi Gelap

Aku menyangka Engkau akan mengajakku malam ini. Aku salah. Engkau bilang, “Bersabarlah, ini bukan malam kita.” Dua gelas tanpa anggur dan mangkuk dingin tanpa sisa makanan saling bertanya pada dirinya sendiri. “Ada apa? Ada apa?” Obrolan digelar tanpa kata-kata, tanpa gugatan. Bahasa telah tercerabut dari kamus yang menopangnya. Juga airmata dari kelopak penampungnya. “Apa yg … Continue reading

Di Garbarata Ini

Di garbarata ini, selangkah sebelum palka pesawat. Aku bisikkan pada sepoi angin sapaan rindu pada jiwa terindah. Dengarlah. Simak aku. Di garbarata, aku juntaikan sebentuk rasa. Beribu mil tanpa sentuhan. Ku simpan erat di hati yang hanya terisi olehmu. Diamlah di sana. Selamanya. Di garbarata ini, langkahku adalah langkah menebusmu. Pertaruhan harga diri demi bahagiamu. … Continue reading

Rumah Kita, Bunda

Pernah aku dan kamu bicara tentang rumah. Dan kita punya bayangan yang sama tentang rumah. Di sana, kita saling menemani. Di rumah itu, kita dapati bahwa surga tak lagi kita rindukan, tak lagi diperlukan. Karena kita telah mendiaminya. Di rumah itu, tempat yang hangat tetapi kaya. Kaya dengan kasih sayang dan senyuman anak-anak kita. Di … Continue reading

Senja di Eboni Tua

Masih saja aku berdiri berhadapan satu-satu dengan eboni. Seperti senja ini, senja yang hampir setiap hari aku datangi. Masih bersama dirimu di sampingku. Angin senja menyentuh rambutmu lembut. Rona semburat merah seakan memantul di kedua pipit pipimu, mengisi relungnya dengan sempurna. Indah. Rumput setinggi mata kaki malu-malu menyentuh kulitmu. Di tubir sungai, satu-dua katak melihat … Continue reading