Satu Malam yang Tak Lagi Gelap

Aku menyangka Engkau akan mengajakku malam ini. Aku salah. Engkau bilang, “Bersabarlah, ini bukan malam kita.” Dua gelas tanpa anggur dan mangkuk dingin tanpa sisa makanan saling bertanya pada dirinya sendiri. “Ada apa? Ada apa?” Obrolan digelar tanpa kata-kata, tanpa gugatan. Bahasa telah tercerabut dari kamus yang menopangnya. Juga airmata dari kelopak penampungnya. “Apa yg … Continue reading

Izinkan Aku Meminjam Gelisahmu

Kupelajari isyarat langit yang semakin menghitam-membiru Rembulan menyendiri ditinggalkan sepi yang sunyi : Apakah tadi malam tangis tumpah di dadamu? Telah kususuri jalan berkerikil dari halaman rumahmu sampai sumur kering tak lagi dipakai mandi Orang tak lagi menyapa dengan senyum Bibir mereka kebas dari derita tak kunjung lepas : Batu mana membuatmu terjatuh dengan luka … Continue reading

dunia tanpa tanya

Aku bosan menyiangi angin atau menyibak dedaunan. bolehkah kita hidup tanpa tanda tanya? Seribu tanya lebih baik dari titik. bisik angin dan dedaun selalu mengukir lengkung di titikku, mempertanyakanmu. Buatlah aku tak jerih, jika setiap malam semisal tanda yang terus bertanya tentangmu. aku mencarimu pada tanya yang tak pernah terjawab, tak pernah usai. Kukirim kau … Continue reading

Tak Ada Tuhan di Rumah Ibadah

Tak ada Tuhan di mimbar masjid yang sering kau datangi. Tak kau temukan pula di deretan lilin atau gema lonceng gereja. Jangan kau kira dia berumah di vihara atau klenteng berbau dupa. Tapi, jangan berharap Dia bersantai di pura paling indah di tepi laut. Dia tak berumah di sana. Mungkin saja merasa sesak Lalu muntah … Continue reading

Mengapa Puisi?

Mengapa puisi? Hanya dengan puisi kau dapat membunuh orang tanpa masuk penjara. Atau meledakkan sesuatu tanpa ada yang terluka. Mengapa puisi? Oh, ya dengannya kau dapat terbang tanpa sayap atau mati tanpa terbunuh, lalu bangkit kembali sebelum hari ketujuh. Mengapa puisi? Kita hanya kata dan Tuhan mengandung beribu makna. Tak dapatkah kita ambil barang secuil … Continue reading

Secarik Pesan

Ku katakan pada bintang yang benderang. Malamku adalah malam merindui raganya. Di sini, Aku tak kuasa meringkas jarak. Ku katakan pada jam digital yang ragu berdetak. Cepatlah kau bebat waktu. Rapatkanlah tiap jam menjadi detik. Ku katakan pada kalender sobek yang menggantung di tembok kusam. Cepatlah berbalik. Tutup hari segera, karna aku tersiksa rindu. Ku … Continue reading

Makhluk Kenangan

Titik hujan menyeret kenangan dalam lipatan waktu yang pernah terukur manusia. Satu-dua terhitung mundur, cepat seperti cendawan di musim dingin. Sekelebatan kilat. Ia menyeruak dari relung kesadaran. Memberontak sontak membentak nalar. Bersama katak yang bernyanyi tentang bumi yang berdetak. Waktu berputar, berpilin memenggal pikir yang tak terkesiap. Tiba-tiba menghadirkan diri di masa lalu. Seutuhnya. Setubuh-pikirannya. … Continue reading

Di Garbarata Ini

Di garbarata ini, selangkah sebelum palka pesawat. Aku bisikkan pada sepoi angin sapaan rindu pada jiwa terindah. Dengarlah. Simak aku. Di garbarata, aku juntaikan sebentuk rasa. Beribu mil tanpa sentuhan. Ku simpan erat di hati yang hanya terisi olehmu. Diamlah di sana. Selamanya. Di garbarata ini, langkahku adalah langkah menebusmu. Pertaruhan harga diri demi bahagiamu. … Continue reading

Aku Ingin Kembali (lagi)

Biarkan doa melirih malam ini, lebih dalam. Pada remang yang semakin gelap. Si Alif meluapkan gelisahnya. Ruang tak bernama itu riuh ramai. Lenguhannya lebih jelas. Gundah – Gembira. Ada yang datang. Ada yang pergi. Tak kurelakan sesal yang datang di akhir. Malam malam terlewat sempurna. Sempat-tak-sempat gemar jadi alasan. Di penghujung. Di perpisahan yang tak … Continue reading

Aku Menyerah

Aku mengambang. Hampa tanpa lambang. Ada kisah yang terbayang di sudut bimbang. Aku hampir menyerah. Setelah pedang terhunus. Detik detik ragu merambat dari pangkal, menjilati bagian yg tajam menjadikannya menumpul. Pasir berdebu tak dapat terkibas. Tangan kebas menebas tak guna. Gemuruh dada tak disangkal. Aku hampir menyerah. Pada detik yg hampir terlambat. Pedangku jatuh bersatu … Continue reading